Slogan "Zero HALINAR" Lapas Narkotika Pangkalpinang Disorot: Napi Pengendali Berinisial HEN Diduga Kebal Hukum? - SUARA KEADILAN

Senin, 27 April 2026

Slogan "Zero HALINAR" Lapas Narkotika Pangkalpinang Disorot: Napi Pengendali Berinisial HEN Diduga Kebal Hukum?



PANGKALPINANG
– Integritas Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang kini berada di titik nadir. Di tengah gencarnya kampanye pemberantasan narkoba, muncul dugaan skandal besar yang melibatkan seorang narapidana berinisial HEN, penghuni Kamar DA 6. HEN disinyalir masih leluasa mengendalikan jaringan peredaran gelap narkotika dari balik jeruji besi, seolah "menampar" wajah sistem pengamanan yang diklaim ketat.

Informasi yang dihimpun tim redaksi mengungkap pola licin HEN dalam menjalankan bisnis haramnya. Warga asal Sampur yang dijadwalkan menghirup udara bebas tahun ini tersebut, diduga menggunakan akses komunikasi ilegal untuk memberikan instruksi kepada jaringannya di luar Lapas.

Mirisnya, HEN disinyalir menerapkan strategi "buang badan" dengan sengaja mengorbankan anak buahnya sendiri sebagai tumbal demi mengamankan posisinya agar tetap terlihat bersih di mata hukum.

Dugaan ini bukan sekadar isapan jempol. Tim redaksi mendapatkan bukti krusial berupa tangkapan layar percakapan pesan singkat (chat) dan rekaman suara (Voice Note) antara HEN dengan pihak luar. Dalam bukti tersebut, HEN secara gamblang memberikan instruksi pembuangan barang bukti ("bahan").

Lebih mengejutkan lagi, terdapat klaim dalam percakapan itu bahwa dirinya telah melakukan upaya "kondisi" atau "86" dengan pihak-pihak tertentu. Langkah ini diduga kuat bertujuan agar namanya tetap steril dan tidak tersentuh oleh pengawasan aparat, terutama di saat dirinya tengah mengajukan proses Pembebasan Bersyarat (PB).

Kondisi ini memicu tanda tanya besar: Apakah petugas sipir kecolongan, atau justru ada indikasi pembiaran sistematis?

Pasalnya, fakta di lapangan melalui bukti digital ini berbanding terbalik dengan pernyataan tegas Kalapas Narkotika Pangkalpinang, Novriadi. Sebelumnya, pada Rabu (1/4/2026), Novriadi menjamin jajarannya berkomitmen penuh menjaga sterilitas Lapas dari Handphone, Narkoba, Pungli, hingga barang terlarang lainnya.



Namun, keberadaan HEN di Kamar DA 6 yang diduga masih mampu mengoperasikan jaringan narkoba menjadi bukti nyata adanya "lubang hitam" dalam pengawasan di Lapas Narkotika Pangkalpinang. Jika terbukti benar, slogan "Zero HALINAR" yang selama ini didengungkan tak lebih dari sekadar jargon tanpa makna.

Publik kini menanti transparansi dan keberanian dari Kantor Wilayah Kemenkumham Bangka Belitung untuk melakukan investigasi menyeluruh. Apakah HEN akan dibiarkan melenggang bebas melalui jalur PB, atau justru akan ada tindakan tegas bagi oknum-oknum yang diduga ikut bermain di balik layar?

Hingga berita ini diturunkan, tim media terus berupaya melakukan verifikasi mendalam kepada pihak-pihak terkait guna memastikan skandal pengendalian narkoba dari dalam sel ini diusut hingga tuntas. (Red)

Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done