SUARA KEADILAN

Kamis, 26 Maret 2026

Dandim 0431/BB Turun Langsung, Pastikan Lahan Koperasi Desa Merah Putih Bebas Masalah

Kelapa, Bangka Barat - Komandan Kodim 0431/ Bangka Barat Letkol CZI Fadil, S.E., M.I.P melaksanakan kegiatan monitoring dan peninjauan di empat titik lokasi untuk pembangunan  Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Wlayah Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat Rabu ( 25/03/2026).


Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pasiter Kodim 0431/BB Lettu Inf. Heru S, para Kepala Desa yakni Dimas D (Kades Kacung), Rusmadi (Kades Pangkal Beras), Amran (Kades Sinar Sari), Herlizon (Kades Mancung), Sekdes Pangkal Beras Yanto, Batuud Koramil Kelapa Pelda Dodi, Babinsa Kelurahan Kelapa Sertu Yusuf, anggota Staf Teritorial Serda Slamet, Babinsa Desa Kacung dan Pangkal Beras Koptu Herman.


Rangkaian kegiatan peninjauan lahan pembangunan Koperasii Desa Merah Putih itu dimulai dari jam 10.20 WIB, Dandim beserta rombongan tiba di Desa Kacung dan langsung meninjau lokasi lahan untuk pembangunan KDMP yang berukuran 50 x 50 meter. Kemudian rombongan melanjutkan peninjauan  ke Desa Pangkal Beras pada pukul 11.30 WIB.


Selanjutnya tepat pada pukul 13.00 WIB, Dandim beserta rombongan melanjutkan peninjauan ke lokasi KDMP di Desa Dendang yang dilanjutkan ke Desa Sinar Sari untuk meninjau kesiapan lahan yang telah disiapkan. Peninjauan terakhir dilaksanakan pada pukul 14.50 WIB di Desa Mancung dengan ukuran lahan 30 x 20 meter.


Dalam kegiatan tersebut, Dandim 0431/BB menekankan pentingnya legalitas tanah yang jelas sebagai dasar pembangunan Koperasi Desa Merah Putih agar tidak menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari. Selain itu, dilakukan pengecekan menyeluruh mulai dari kondisi fisik lahan hingga progres kesiapan pembangunan guna memastikan pelaksanaan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.


“Kami tekankan agar legalitas tanah itu harus jelas sehingga pembangunan Koperasi Desa Merah Putih tidak menimbulkan permasalahan di masa yang akan datang” ujar Dandim


Salah satu perwakilan masyarakat Desa Pangkal Beras menyampaikan apresiasinya atas kegiatan peninjauan tersebut. 


“Kami sangat mendukung pembangunan Koperasi Desa Merah Putih ini, karena nantinya dapat membantu perekonomian warga serta mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.,” ungkapnya


“Kami juga siap membantu agar pembangunan berjalan lancar,” tambahnya


Dandim 0431/ Bangka Barat juga berharap pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dapat selesai tepat waktu sehingga segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Keberadaan KDMP diharapkan menjadi sarana untuk mewujudkan kemandirian ekonomi desa serta membantu memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.


“ Semoga pembangunan Koperasi Desa Merah Putih ini dapat selesai tepat waktu dan segera bisa dimanfaatkan oleh seluruh warga masyarakat khususnya di Kecamatan Kelapa,” harap Dandim


“Dengan adanya kegiatan monitoring ini, diharapkan sinergi antara TNI, Aparat Pemerintahan Desa, dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga di wilayah Kecamatan Kelapa,” pungkasnya.



Rilis Pendim 0431/Bangka Barat

Hutan Mangrove Sungkai Porak-Poranda: Ratusan Hektare Lahan Lindung Diduga Dijual untuk Perkebunan Sawit



MENTOK, BANGKA BARAT – Paru-paru pesisir Desa Air Belo kini berada di ambang kehancuran. Kawasan hutan lindung mangrove Sungkai, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, ditemukan dalam kondisi luluh lantak akibat perambahan masif yang diduga telah berlangsung lama.


Investigasi Lapangan: Jejak Alat Berat dan Lahan yang Gundul

Berdasarkan investigasi langsung tim media pada Kamis (26/03/2026), pemandangan di lokasi sangat memprihatinkan. Kawasan yang seharusnya rimbun dengan pepohonan bakau sebagai penyangga ekosistem pesisir, kini rata dengan tanah.


Jejak-jejak alat berat terlihat jelas di sekujur lokasi, mengindikasikan bahwa perusakan ini dilakukan secara terencana dan menggunakan alat berat berskala besar. Di lahan bagian atas yang masih masuk dalam zona hutan lindung, ditemukan beberapa unit alat berat berwarna hijau yang terparkir setelah menyelesaikan aktivitas penggarapan lahan.


Aroma Jual Beli Lahan dan Alih Fungsi Ilegal

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa "aksi sadis" perambahan ini diduga kuat melibatkan pihak-pihak berpengaruh. Terdapat indikasi adanya praktik jual beli lahan hutan lindung secara ilegal dengan rencana mengubah fungsi kawasan tersebut menjadi perkebunan kelapa sawit.


"Terlihat sudah lama luluh lantak, bakau mangrove Sungkai Desa Air Belo habis digarap menggunakan alat berat," ujar seorang sumber warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.


Masyarakat Desa Air Belo mengecam keras aksi ini dan mencurigai adanya oknum yang memfasilitasi transaksi lahan negara tersebut kepada pihak ketiga.


Ancaman Pidana Berat Menanti Pelaku

Tindakan perusakan ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga merupakan pelanggaran hukum serius. Berdasarkan aturan yang berlaku:


UU No. 18 Tahun 2013 tentang Kehutanan: Pelanggar terancam pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda hingga Rp5 miliar.


UU No. 31 Tahun 1999 tentang Tipikor: Jika terbukti ada unsur suap atau korupsi dalam jual beli lahan, pelaku terancam penjara hingga 20 tahun dan denda Rp1 miliar.


Respon Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum

Pihak Kantor Pemangku Hutan (KPH) Rambat Menduyung serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bangka Barat menyatakan akan segera turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan.


Kedua instansi tersebut berkomitmen untuk berkoordinasi dengan Polres Bangka Barat guna mengusut tuntas dalang di balik perusakan ini. Masyarakat berharap penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu untuk memberikan efek jera dan menyelamatkan sisa ekosistem mangrove yang ada.


Apakah Anda ingin saya membuatkan draf surat terbuka atau rilis pers resmi berdasarkan berita ini untuk dikirimkan ke instansi terkait?

Dandim 0431/Bangka Barat Gelar Kegiatan Monitoring Peninjauan Lahan untuk Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kecamatan Tempilang




Komandan Kodim 0431/Bangka Barat Letkol CZI Fadil, S.E., M.I.P., melaksanakan  kegiatan monitoring peninjauan lokasi lahan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan lahan serta kelancaran rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih guna mendukung peningkatan perekonomian masyarakat desa, Rabu ( 25/3/2026 )


Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0431/Bangka Barat  Letkol CZI Fadil, S.E., M.I.P., dan didampingi oleh Pasiter Kodim 0431/Bangka Barat Lettu Inf. Heru S, Kepala Desa Kacung Dimas D, Ketua RT 03-B Benteng Kota Tidar, Ketua Koperasi Desa Benteng Kota Budi Haryanto, Babinsa Benteng Kota Serka Wahyudi, Serda Slamet selaku anggota staf teritorial Kodim 0431/Bangka Barat.

Rombongan Dandim 0431/Bangka Barat tiba di lokasi rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang berada di RT 03 A/B Desa Benteng Kota, Kecamatan Tempilang. Setibanya di lokasi, rombongan langsung melaksanakan peninjauan lahan yang memiliki ukuran sekitar 30 meter x 20 meter persegi. Peninjauan dilakukan secara langsung untuk melihat kondisi fisik lahan, akses menuju lokasi, serta kesiapan awal pembangunan.


Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0431/Bangka Barat menekankan pentingnya legalitas tanah yang jelas sebelum pelaksanaan pembangunan. Hal ini dilakukan guna menghindari potensi permasalahan hukum di kemudian hari yang dapat menghambat proses pembangunan maupun operasional koperasi. 


Selain itu, Dandim juga mengingatkan agar seluruh pihak terkait terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait sehingga proses administrasi dapat berjalan dengan tertib.


Tak hanya itu, dalam monitoring tersebut juga dilakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi lahan, mulai dari struktur tanah, kesiapan lokasi, hingga rencana teknis pembangunan. 


“ Kita berharap agar pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dapat dilaksanakan sesuai standar yang telah ditentukan serta memperhatikan kualitas bangunan agar dapat digunakan dalam jangka panjang,” harap Dandim 0431/Bangka Barat dalam penyampaianya


Lebih lanjut, Dandim 0431/BB juga menyampaikan harapannya agar pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dapat selesai tepat waktu dan tuntas sehingga segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Keberadaan KDMP diharapkan menjadi sarana dalam mendorong kemandirian ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memenuhi kebutuhan ekonomi warga secara mandiri.


Pihak pemerintah desa dan pengurus koperasi menyambut baik kegiatan monitoring tersebut. Mereka menyampaikan bahwa dukungan dari TNI, khususnya Kodim 0431/BB, sangat membantu dalam memastikan pembangunan berjalan lancar serta memberikan motivasi kepada masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam pengembangan koperasi desa.


“ Kami dari pemerintahan Desa dan pengurus Koperasi beserta masyarakat sangat mengapresiasi kehadiran Dandim beserta rombongan dalam kunjungannya untuk meninjau lahan yang kami sediakan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih ini,” ungkap dari salah satu perwakilan Desa.


“ Kami juga berharap pembangunan Koperasi Desa Merah Putih ini dapat bermanfaat bagi warga masyarakat disini,” harapnya di akhir acara tersebut.



Rilis  Pendim 0431/Bangka Barat

Sabtu, 21 Maret 2026

Polres Bangka Barat Pastikan Salat Idulfitri 1447 H Berjalan Lancar dan Kondusif



Pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (21/3/2026), berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat. 

Kegiatan ibadah yang digelar di berbagai masjid dan lapangan terbuka tersebut mendapat pengamanan dari jajaran Polres Bangka Barat bersama Polsek setempat.

Salat Idulfitri juga dipusatkan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangka Barat di Lapangan Gelora Mentok. Meski sempat dialihkan lokasi akibat hujan, pelaksanaan ibadah tetap berjalan lancar dengan diikuti ratusan jemaah.

Pengamanan tidak hanya dilakukan oleh personel kepolisian, namun juga melibatkan unsur masyarakat seperti Pemuda Katolik dan Persatuan Batak Bersatu yang turut membantu pengaturan lalu lintas serta menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. 

Sinergi lintas elemen ini dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

Selain di Mentok, pelaksanaan Salat Idulfitri juga berlangsung di sejumlah kecamatan seperti Simpang Teritip, Jebus, Parittiga, Kelapa, dan Tempilang dengan jumlah jemaah bervariasi di tiap lokasi. Seluruh kegiatan mendapat pengamanan dari personel Polres dan Polsek jajaran sesuai kebutuhan di lapangan.

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha melalui Kasi Humas Iptu Yos Sudarso menyampaikan bahwa pelaksanaan Salat Idulfitri tahun ini berjalan dengan aman dan kondusif berkat kerja sama semua pihak.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 H di wilayah hukum Polres Bangka Barat berjalan lancar, aman, dan khidmat. Ini tidak terlepas dari sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh agama, serta partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan elemen masyarakat seperti Pemuda Katolik dan organisasi kemasyarakatan yang turut membantu pengamanan dan pengaturan lalu lintas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Toleransi dan kebersamaan ini menjadi cerminan kehidupan masyarakat Bangka Barat yang harmonis,” tambahnya.

Dengan berakhirnya pelaksanaan Salat Idulfitri, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban serta meningkatkan kewaspadaan selama momentum hari raya.

Jumat, 20 Maret 2026

Miniatur Ka’bah Diarak Saat Takbiran di Pangkal Buluh, Jadi Sorotan Warga



Perayaan malam takbiran menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah di Desa Pangkal Buluh berlangsung meriah dan penuh kekhidmatan, Kamis malam. Kegiatan pawai takbiran yang diikuti ratusan warga itu menyita perhatian, terutama dengan hadirnya miniatur Ka’bah yang diarak keliling desa. Jumat 20 Maret 2026


Sejak selepas salat Isya, gema takbir menggema dari masjid dan mushola, mengiringi langkah warga yang mengikuti pawai. Anak-anak, remaja hingga orang tua tampak antusias memadati jalur pawai dengan membawa lampion, obor, serta berbagai hiasan bernuansa Islami.



Miniatur Ka’bah yang dibuat oleh warga menjadi pusat perhatian dalam kegiatan tersebut. Dengan bentuk yang menyerupai bangunan aslinya, miniatur itu diarak mengelilingi desa sambil diiringi lantunan takbir, tahmid, dan tahlil. Kehadirannya tidak hanya menambah kemeriahan, tetapi juga menghadirkan nuansa religius yang kuat.


Salah satu warga, Rosi, menyampaikan bahwa kegiatan takbiran tahun ini terasa berbeda dan sangat berkesan.

“Ini luar biasa, miniatur Ka’bah yang diarak benar-benar menjadi daya tarik. Warga sangat antusias dan suasana kebersamaan terasa sekali,” ujarnya.


Menurutnya, kreativitas warga dalam menghadirkan miniatur tersebut menunjukkan semangat gotong royong dan kecintaan terhadap tradisi keagamaan. Ia menilai kegiatan seperti ini memiliki dampak positif karena mampu mempererat silaturahmi antarwarga.


Selain miniatur Ka’bah, sejumlah hiasan lain juga turut memeriahkan pawai. Namun, arak-arakan miniatur Ka’bah tetap menjadi ikon utama yang menyedot perhatian masyarakat sepanjang rute pawai.


Kegiatan takbiran ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan dalam menyambut hari kemenangan Idul Fitri. 


Antusiasme warga dan keunikan miniatur yang diarak menjadikan perayaan tersebut viral dan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat sekitar.

Kamis, 19 Maret 2026

Respon Cepat di Lapangan: Polres Bogor Tertibkan Parkir Kendaraan di Tengah Konflik Lahan

KAB BOGOR | Suara-keadilan.net

Upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Polres Bogor terkait aktivitas parkir di lahan sengketa di Perumahan Pesona Florence Blok H1/19, Kelurahan Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, berujung pada respons tindakan di lapangan.

Meski belum ada jawaban resmi dari pihak Kapolres Bogor, jajaran kepolisian terlihat turun langsung ke lokasi. Personel dari Polsek Gunung Putri bersama anggota Polres Bogor melakukan penertiban terhadap aktivitas parkir kendaraan roda dua yang kembali terjadi.

Berdasarkan pantauan, langkah tersebut dilakukan guna menjaga kondusifitas serta mencegah potensi konflik, mengingat lahan tersebut masih dalam proses sengketa dan kerap menimbulkan gesekan di lapangan.

Sebelumnya, aktivitas parkir yang diduga dilakukan oleh pihak Padliana sempat dibubarkan oleh aparat. Namun, kegiatan tersebut kembali berulang sehingga menimbulkan keresahan bagi pihak ahli waris dan warga sekitar.

Tidak hanya itu, permasalahan di lokasi tersebut juga telah berujung pada laporan resmi ke pihak kepolisian. Berdasarkan dokumen Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) dengan nomor: LP/B/31/I/2026/SPKT/Polres Bogor/Polda Jawa Barat, tertanggal 6 Januari 2026, dilaporkan adanya dugaan tindak pidana perusakan dan intimidasi.

Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa peristiwa terjadi pada 5 Januari 2026 di lokasi yang sama. Terlapor yang belum diketahui identitasnya diduga melakukan perusakan pagar tralis besi, mencungkil pintu rumah, serta menggeser dan merusak bagian pagar, yang mengakibatkan kerugian materiil sekitar Rp10 juta.

Langkah cepat jajaran kepolisian dalam melakukan penertiban pun mendapat perhatian masyarakat. Meski tanpa pernyataan resmi, kehadiran aparat dinilai sebagai bentuk respons nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Masyarakat dan pihak terkait berharap agar Polres Bogor dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut secara serius dan melakukan proses hukum terhadap pihak yang terlibat, termasuk dugaan pelaku perusakan dan intimidasi.

Penegakan hukum yang tegas dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum, melindungi hak pihak yang dirugikan, serta mencegah kejadian serupa terus berulang di kemudian hari.

Red

Sabtu, 14 Maret 2026

Dari Dapur MBG hingga Ketahanan Pangan, Program Pembinaan Rutan Muntok Tuai Apresiasi


Muntok, Suara-Keadilan.net — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Gunawan Sutrisnadi bersama Kepala Rumah Tahanan Negara Muntok, Andri Ferly melaksanakan serangkaian kegiatan di Rumah Tahanan Negara Muntok yang meliputi peninjauan pembangunan dapur MBG, peninjauan program ketahanan pangan, serta penutupan pelatihan pemulasaran jenazah yang dibimbing oleh Habib Muhammad Baghir Al Kaff, yang dilanjutkan buka bersama dengan para WBP dan keluarga.

Kegiatan pertama diawali dengan peninjauan pembangunan dapur MBG di lingkungan Rutan Muntok. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana serta memenuhi standar yang telah ditetapkan. Dapur MBG diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas layanan penyediaan makanan bagi warga binaan.

Selanjutnya, Plt Kakanwil bersama Karutan Muntok juga meninjau program ketahanan pangan yang dikembangkan di area Rutan. Program ini meliputi kegiatan pertanian dan pemanfaatan lahan yang dikelola oleh warga binaan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian, dan juga kegiatan peternakan ayam petelur, selain mendukung pemenuhan kebutuhan pangan, kegiatan ini juga bertujuan memberikan keterampilan produktif bagi warga binaan.

Kepala Rutan Kelas IIB Muntok, Andri Ferly, mengatakan program ini dirancang untuk mencetak wirausahawan baru di sektor peternakan pasca-bebas nanti. Mereka diajak untuk turun tangan langsung mengelola siklus peternakan secara profesional. 

Para peserta mendapatkan materi mulai dari mempersiapkan kandang yang higienis dan teknik pemeliharaan unggas. Pelatihan ini juga menerapkan standar peternakan modern dan ramah lingkungan.

“Peserta diberi pengetahuan cara menjaga ternak ayam dari penyakit dan tata cara pemeliharaan, seperti menjaga kondisi kandang yang kering, udara yang cukup, pemisahan anak ayam dan ayam dewasa, dan lain lain," kata Ferly dikutip Sabtu (14/3/2026).

Sementara itu, Plt Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Gunawan Sutrisnadi, menyampaikan apresiasi terkait program pembinaan tersebut. Menurutnya, program ayam petelur sangat produktif dan berdampak positif.

Ia berharap masyarakat melihat Rutan sebagai tempat yang tidak hanya membina, tetapi juga memberikan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi. Langkah ini merupakan upaya nyata, untuk mengikis stigma negatif serta mendorong pemulihan sosial bagi mereka.

“Program budidaya ayam negeri ini merupakan langkah yang sangat baik dalam memberikan pembinaan kemandirian kepada warga binaan. Selain membekali mereka dengan keterampilan yang bermanfaat, program ini juga mendukung upaya ketahanan pangan," ucap Gunawan dikutip Sabtu (14/3/2026).

Sebagai rangkaian kegiatan penutup, dilaksanakan penutupan pelatihan pemulasaran jenazah yang telah berlangsung di Rutan Muntok. Pelatihan tersebut dibimbing langsung oleh Habib Muhammad Baghir Al Kaff dan diikuti oleh warga binaan serta petugas rutan. Dalam kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman serta praktik mengenai tata cara pemulasaran jenazah sesuai syariat.

Kepala Rutan Muntok, Andri Ferly menyatakan bahwa pelatihan ini bukan sekadar pengisi waktu luang. Dia ingin para warga binaan memiliki bekal nyata saat kembali ke tengah masyarakat nanti.

Tak main-main, para peserta yang dinyatakan lulus dan kompeten bakal menerima sertifikat sebagai bukti keahlian mereka.

"Kami ingin setelah mereka kembali ke masyarakat, mereka membawa bekal yang nyata dan dibutuhkan oleh lingkungan. Sertifikat ini membuktikan keterampilan mereka telah memenuhi standar sesuai tuntunan agama Islam," kata Ferly dalam keterangannya yang diterima awak media, Sabtu (14/3/26).

Langkah inovatif ini mendapat apresiasi dari Plt Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Gunawan Sutrisnadi. 

Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan motto "Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat".

Gunawan menekankan bahwa dinding jeruji besi tidak boleh menjadi pembatas bagi seseorang untuk berbuat baik. Ia ingin fungsi pemasyarakatan benar-benar menyentuh aspek edukasi dan pemberdayaan.

"Melalui berbagai program pembinaan, rehabilitasi, dan pelatihan keterampilan, kami ingin membangun individu yang lebih baik serta memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa," kata Gunawan dikutip Sabtu, (14/3/26).

Kepala Pengamanan Rutan (KPR), Alex Rizki Wijaya mengatakan kegiatan- kegiatan pembinaan yang dilaksanakan Rutan Muntok  juga sangat mendukung strategi keamanan, karena aktifitas positif dapat membentuk WBP memiliki pemikiran positif.


"Kegiatan-kegiatan pembinaan yang dilaksanakan di rutan mentok juga sangat mendukung strategi keamanan, dikarenakan aktifitas positif ini dapat membentuk wbp memiliki pemikiran positif dan bahkan turut membantu menjaga keamanan di Rutan Muntok,"ujar KPR Alex.

Melalui kegiatan ini diharapkan pembinaan di Rutan Muntok dapat terus berjalan secara optimal, baik melalui peningkatan fasilitas, program kemandirian, maupun pembinaan keagamaan bagi warga binaan.
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done