Sabtu, 21 Maret 2026
Jumat, 20 Maret 2026
Miniatur Ka’bah Diarak Saat Takbiran di Pangkal Buluh, Jadi Sorotan Warga
Perayaan malam takbiran menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah di Desa Pangkal Buluh berlangsung meriah dan penuh kekhidmatan, Kamis malam. Kegiatan pawai takbiran yang diikuti ratusan warga itu menyita perhatian, terutama dengan hadirnya miniatur Ka’bah yang diarak keliling desa. Jumat 20 Maret 2026
Sejak selepas salat Isya, gema takbir menggema dari masjid dan mushola, mengiringi langkah warga yang mengikuti pawai. Anak-anak, remaja hingga orang tua tampak antusias memadati jalur pawai dengan membawa lampion, obor, serta berbagai hiasan bernuansa Islami.
Miniatur Ka’bah yang dibuat oleh warga menjadi pusat perhatian dalam kegiatan tersebut. Dengan bentuk yang menyerupai bangunan aslinya, miniatur itu diarak mengelilingi desa sambil diiringi lantunan takbir, tahmid, dan tahlil. Kehadirannya tidak hanya menambah kemeriahan, tetapi juga menghadirkan nuansa religius yang kuat.
Salah satu warga, Rosi, menyampaikan bahwa kegiatan takbiran tahun ini terasa berbeda dan sangat berkesan.
“Ini luar biasa, miniatur Ka’bah yang diarak benar-benar menjadi daya tarik. Warga sangat antusias dan suasana kebersamaan terasa sekali,” ujarnya.
Menurutnya, kreativitas warga dalam menghadirkan miniatur tersebut menunjukkan semangat gotong royong dan kecintaan terhadap tradisi keagamaan. Ia menilai kegiatan seperti ini memiliki dampak positif karena mampu mempererat silaturahmi antarwarga.
Selain miniatur Ka’bah, sejumlah hiasan lain juga turut memeriahkan pawai. Namun, arak-arakan miniatur Ka’bah tetap menjadi ikon utama yang menyedot perhatian masyarakat sepanjang rute pawai.
Kegiatan takbiran ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan dalam menyambut hari kemenangan Idul Fitri.
Antusiasme warga dan keunikan miniatur yang diarak menjadikan perayaan tersebut viral dan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat sekitar.
Kamis, 19 Maret 2026
Respon Cepat di Lapangan: Polres Bogor Tertibkan Parkir Kendaraan di Tengah Konflik Lahan
KAB BOGOR | Suara-keadilan.net
Upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Polres Bogor terkait aktivitas parkir di lahan sengketa di Perumahan Pesona Florence Blok H1/19, Kelurahan Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, berujung pada respons tindakan di lapangan.
Meski belum ada jawaban resmi dari pihak Kapolres Bogor, jajaran kepolisian terlihat turun langsung ke lokasi. Personel dari Polsek Gunung Putri bersama anggota Polres Bogor melakukan penertiban terhadap aktivitas parkir kendaraan roda dua yang kembali terjadi.
Berdasarkan pantauan, langkah tersebut dilakukan guna menjaga kondusifitas serta mencegah potensi konflik, mengingat lahan tersebut masih dalam proses sengketa dan kerap menimbulkan gesekan di lapangan.
Sebelumnya, aktivitas parkir yang diduga dilakukan oleh pihak Padliana sempat dibubarkan oleh aparat. Namun, kegiatan tersebut kembali berulang sehingga menimbulkan keresahan bagi pihak ahli waris dan warga sekitar.
Tidak hanya itu, permasalahan di lokasi tersebut juga telah berujung pada laporan resmi ke pihak kepolisian. Berdasarkan dokumen Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) dengan nomor: LP/B/31/I/2026/SPKT/Polres Bogor/Polda Jawa Barat, tertanggal 6 Januari 2026, dilaporkan adanya dugaan tindak pidana perusakan dan intimidasi.
Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa peristiwa terjadi pada 5 Januari 2026 di lokasi yang sama. Terlapor yang belum diketahui identitasnya diduga melakukan perusakan pagar tralis besi, mencungkil pintu rumah, serta menggeser dan merusak bagian pagar, yang mengakibatkan kerugian materiil sekitar Rp10 juta.
Langkah cepat jajaran kepolisian dalam melakukan penertiban pun mendapat perhatian masyarakat. Meski tanpa pernyataan resmi, kehadiran aparat dinilai sebagai bentuk respons nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Masyarakat dan pihak terkait berharap agar Polres Bogor dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut secara serius dan melakukan proses hukum terhadap pihak yang terlibat, termasuk dugaan pelaku perusakan dan intimidasi.
Penegakan hukum yang tegas dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum, melindungi hak pihak yang dirugikan, serta mencegah kejadian serupa terus berulang di kemudian hari.
Red
Sabtu, 14 Maret 2026
Dari Dapur MBG hingga Ketahanan Pangan, Program Pembinaan Rutan Muntok Tuai Apresiasi
Muntok, Suara-Keadilan.net — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Gunawan Sutrisnadi bersama Kepala Rumah Tahanan Negara Muntok, Andri Ferly melaksanakan serangkaian kegiatan di Rumah Tahanan Negara Muntok yang meliputi peninjauan pembangunan dapur MBG, peninjauan program ketahanan pangan, serta penutupan pelatihan pemulasaran jenazah yang dibimbing oleh Habib Muhammad Baghir Al Kaff, yang dilanjutkan buka bersama dengan para WBP dan keluarga.
Kamis, 12 Maret 2026
Judi Berkedok Mesin Ketangkasan Diduga Hidup Lagi di Parittiga, Masyarakat Mulai Kehilangan Kepercayaan
Parittiga, Bangka Barat — Aktivitas perjudian berkedok permainan mesin ketangkasan kembali menjadi sorotan publik di Ruko Gunung Manik, kawasan lampu merah Desa Puput. Kecamatan Parittiga,Kabupaten Bangka Barat. Tempat yang dikenal dengan nama Infinity Zone dilaporkan kembali beroperasi setelah sebelumnya sempat berhenti akibat derasnya sorotan media dan keluhan masyarakat.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, operasional tempat tersebut diduga berjalan kembali dengan kepengurusan baru. Dalam berbagai perbincangan masyarakat, nama Asen mencuat ke publik dan disebut-sebut berada di balik aktivitas usaha tersebut.
Sosok Asen sendiri bukan nama asing dalam bisnis permainan mesin ketangkasan di Bangka Belitung. Ia kerap dikaitkan dengan beberapa tempat usaha serupa di Kota Pangkalpinang. Salah satunya adalah Vivo Zone, yang dikenal sebagai tempat permainan mesin ketangkasan yang juga ramai dikunjungi pemain.
Kembalinya aktivitas Infinity Zone di Parittiga memunculkan kembali pertanyaan publik, terutama terkait pengawasan terhadap praktik perjudian yang kerap berlindung di balik izin usaha hiburan.
Sejumlah pihak menilai, modus penggunaan izin usaha hiburan atau permainan ketangkasan sering kali disalahgunakan oleh pengusaha untuk menjalankan aktivitas perjudian terselubung. Dalam praktiknya, permainan yang seharusnya bersifat hiburan berubah menjadi arena taruhan yang melibatkan perputaran uang.
Tak hanya itu, sorotan juga mulai mengarah kepada instansi yang mengeluarkan perizinan usaha hiburan tersebut. Muncul dugaan kuat bahwa izin yang seharusnya digunakan untuk kegiatan hiburan justru dimanfaatkan sebagai celah oleh pengusaha untuk mengoperasikan praktik perjudian berkedok mesin ketangkasan.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat: apakah pengawasan dari instansi pemberi izin benar-benar berjalan, atau justru ada pembiaran terhadap penyimpangan yang terjadi di lapangan.
“Kalau izinnya hiburan, kenapa praktiknya seperti perjudian? Ini yang membuat masyarakat bertanya-tanya. Jangan sampai izin hanya jadi tameng,” ujar salah seorang warga Parittiga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Dari berbagai pemberitaan sebelumnya, keberadaan tempat permainan semacam ini disebut telah menimbulkan sejumlah persoalan sosial di masyarakat. Mulai dari konflik rumah tangga akibat kecanduan judi, keresahan warga sekitar, hingga menurunnya kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
Fenomena buka-tutup tempat usaha seperti Infinity Zone juga bukan hal baru. Dalam beberapa kasus, tempat serupa diketahui kerap menghentikan operasional sementara saat menjadi sorotan media, namun kembali beroperasi ketika situasi dianggap mulai mereda.
Situasi ini tentu menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum di Bangka Belitung untuk menunjukkan komitmen dalam menindak praktik perjudian, terlebih jika terbukti menggunakan izin usaha hiburan sebagai kedok.
Di sisi lain, instansi pemerintah yang mengeluarkan izin usaha hiburan juga diharapkan tidak menutup mata terhadap potensi penyalahgunaan izin tersebut. Pengawasan yang lemah hanya akan membuka ruang bagi praktik-praktik yang merugikan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Infinity Zone maupun kepada instansi terkait yang mengeluarkan izin usaha hiburan serta aparat penegak hukum masih terus diupayakan.
Masyarakat berharap persoalan ini tidak berhenti pada pemberitaan semata, tetapi diikuti dengan langkah nyata dari pihak berwenang demi menjaga ketertiban dan memulihkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Bangka Belitung.
Nama Pajar Ketua Insan Pers Keadilan Dicatut, Dugaan Pemerasan Terkuak
TAPUNG HULU |Suara-keadilan.net
Ketua Umum Insan Pers Keadilan, Pajar Saragih, mengeluarkan pernyataan tegas terkait dugaan pencatutan namanya oleh oknum tak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi. Ia menegaskan tidak pernah memberi perintah kepada siapa pun untuk meminta uang kepada pengusaha maupun instansi pemerintah dengan mengatasnamakan dirinya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul beredarnya informasi mengenai seseorang yang diduga mengaku sebagai utusan Pajar Saragih dan meminta uang sebesar Rp3.500.000 kepada seorang pria berinisial DM.
Informasi yang beredar menyebutkan permintaan uang itu dikaitkan dengan dugaan aktivitas bisnis BBM ilegal di wilayah Tapung Hulu. Namun, Pajar menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kaitan dengan permintaan tersebut.
“Saya tegaskan, saya tidak pernah menyuruh siapa pun, baik anggota Insan Pers Keadilan maupun individu lain, untuk meminta uang dengan cara yang melanggar hukum. Jika ada pihak yang menjual nama saya untuk kepentingan pribadi, itu merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan,” ujar Pajar dalam keterangan resminya, Kamis (12/3/2026).
Ia juga menegaskan bahwa setiap bentuk komunikasi atau kerja sama yang melibatkan dirinya maupun organisasi Insan Pers Keadilan selalu dilakukan secara resmi, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, dugaan pencatutan nama tersebut berpotensi merusak reputasi organisasi dan profesi jurnalis. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah percaya pada pihak yang mengaku membawa namanya tanpa bukti resmi.
Pajar juga mengimbau kepada siapa pun yang merasa dirugikan oleh oknum yang mencatut namanya agar segera menempuh jalur hukum.
“Jika ada pihak yang merasa dirugikan oleh tindakan oknum tersebut, silakan melapor kepada aparat penegak hukum agar persoalan ini dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah klarifikasi ini merupakan bagian dari komitmen organisasi Insan Pers Keadilan untuk menjaga integritas profesi pers serta memastikan setiap kemitraan dengan pihak mana pun berjalan secara profesional sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Red
Selasa, 10 Maret 2026
Safari ramadan koti pemuda pancasila Gelar Aksi Berbagi Takjil
PEKANBARU | Suara-keadilan.net
Menghiasi bulan suci Ramadan dengan kegiatan positif, koti pemuda Pancasila bersama kanit provost dir damanik mengadakan aksi sosial pembagian takjil gratis kepada masyarakat dan pengendara yang melintas.sesuai arahan ketua pemuda pancasila Bung Iwan Pansa, dilanjutkan instruksi oleh Dankoti Pemuda Pancasila Syafrizal ,Wadan Yoes Rizal dan kasiop agustian (Komeng), beserta buk Ben Fina,wadandema (lll) Susanti dan kanit 1 edris beserta jajaran pengurus lainnya.
Aksi yang berlangsung dengan tertib ini merupakan bentuk nyata instruksi organisasi untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat langsung. Ribuan paket takjil disiapkan untuk membantu para pejuang jalanan dan masyarakat sekitar yang menjalankan ibadah puasa agar dapat berbuka tepat pada waktunya.
Sinergi dan Silaturahmi
Pemuda Pancasila, Bung Iwan Pansa, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud rasa syukur dan upaya mempererat silaturahmi antar anggota serta masyarakat luas.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Pemuda Pancasila selalu siap bersinergi dengan masyarakat. Melalui pembagian takjil ini, kami berharap dapat sedikit membantu saudara-saudara kita yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba," ujar Bung Iwan Pansa.
Dukungan Penuh dari Koti
Senada dengan hal tersebut, Dankoti Pemuda Pancasila yang turut turun langsung ke lapangan memastikan bahwa kegiatan berjalan lancar dan kondusif. Kehadiran personel Koti dalam kegiatan ini bertujuan untuk menjaga ketertiban umum sekaligus memberikan rasa aman bagi pengguna jalan. Hal ini membuktikan bahwa Pemuda Pancasila mampu merangkul berbagai pihak untuk bersama-sama menebar kebaikan di bulan yang penuh berkah.
Aksi ditutup dengan foto bersama seluruh jajaran anggota yang mengenakan seragam loreng oranye khas Pemuda Pancasila, yang tetap setia menjaga nilai-nilai Pancasila melalui aksi nyata bagi kemanusiaan.
Editor toni tanjung





