SUARA KEADILAN | PEKANBARU,
Aktivitas gelanggang permainan (Gelper) di kota Pekanbaru masih terus terpantau berjalan lancar dan bahkan dinilai seakan kebal hukum oleh sebagian warga masyarakat. Kondisi ini membuat banyak pihak mempertanyakan keberadaan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang seharusnya segera mengambil tindakan, namun dinilai seolah membiarkan aktivitas yang diduga kuat sebagai sarana perjudian berlangsung tanpa hambatan.
Keterangan ini disampaikan oleh seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya, yang mengaku dulunya pernah mendatangi sejumlah tempat Gelper untuk mempertaruhkan uangnya. Ia mengaku merasa heran mengapa pihak kepolisian tidak menindaklanjuti tempat-tempat seperti itu.
“Dulu Gelper ini awalnya memajang bermacam-macam hadiah sebagai kedok bahwa tempat itu benar-benar hanya sebagai tempat permainan, dan siapa yang menang akan mendapatkan hadiah tersebut. Namun kini, hadiah-hadiah tersebut sudah tidak lagi terpajang dan gantinya adalah uang tunai yang jelas menjadi imbalan bagi pemenangnya,” ujar warga tersebut, Kamis 29/1/2026.
Sebelumnya, diketahui salah satu Gelper yang berlokasi di Jalan T. Tambusai telah ditutup setelah dianggap tidak tahan terhadap banyaknya pemberitaan yang mengungkap dugaan perjudian di tempat tersebut. Kini, masih tersisa beberapa tempat Gelper yang masih aktif beroperasi, di antaranya Gelper “Jon Ketek”, Gelper Pokemon yang berada di Jalan Riau, serta Gelper One Piece yang berlokasi di Jalan Kuantan Raya.
Tempat-tempat yang diduga sebagai sarana perjudian ini juga dituding memiliki oknum-oknum tertentu di belakangnya yang memanfaatkan keberadaan Gelper tersebut sebagai ladang pemasukan uang yang menguntungkan. Bahkan, saking percaya dirinya, Jon Ketek diduga salah satu pengelola Gelper yang berada di jalan Riau, kepada awak media ini melalui sambungan telepon seluler mengaku telah mengundang dan bersilaturahmi dengan sekitar 200 wartawan dari berbagai media massa.
“Kita sudah undang 200 media (wartawan) yang ikut saya, kita silaturahmi terbuka bang, siapa saja datang kita welcome. Abang datang kita juga akan welcome,” ujar pengelola tersebut dengan nada percaya diri. Apakah yang disampaikannya ini benar atau tidak, hanya dirinya dan Tuhan saja yang mengetahui.
Kondisi ini membuat masyarakat semakin khawatir terkait dengan dampak negatif yang bisa ditimbulkan oleh aktivitas perjudian yang terus berlarut-larut, seperti masalah ekonomi keluarga, konflik sosial, hingga penyebaran kejahatan lainnya. Pertanyaan “Dimana kepolisian, mengapa tidak bertindak?” terus mengemuka di kalangan warga yang menginginkan keamanan dan ketertiban di lingkungannya terjaga dengan baik.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak kepolisian terkait dengan dugaan aktivitas perjudian di sejumlah Gelper yang masih beroperasi di kota Pekanbaru.
Red
